BANJIR DI DESA MUARA INU-Pemukiman warga di Desa Muara Inu Kecamatan Lahei terendam banjir, Kamis (20/5/2021).(foto:BPBD Barut) KALTENGSATU, Muara Teweh - Sejumlah tempat di dataran rendah wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) dalam beberapa hari terakhir ini mulai terendam banjir akibat meluapnya aliran Sungai Barito setelah hujan dengan curah yang cukup tinggi di daerah setempat, Jumat (21/5/2021).
Banjir mulai menggenang kawasan dataran rendah di wialyah Barito Utara ini sejak Rabu (19/5/2021) sore dan hingga kini air terus naik secara perlahan. Saat ini warga yang tinggal didataran rendah mulai berkemas-kemas untuk mengangkut sejumlah barang rumah tangga ke tempat yang lebih aman dari banjir musiman ini.
Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Darerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara H Gazali melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD setempat Rizali Hadi, Jumat (21/5/2021) mengatakan banjir yang melanda wilayah Barito Utara mulai pada Kamis malam hingga saat ini masih terus naik.
“Debit air sungai Barito terus naik, banjir melanda wilayah di Kelurahan Jambu sudah menenggelamkan jalan, rumah dan fasilitas umum lainnya juga mulai terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi,” kata Rizali Hadi, Jumat pagi.
Berdasarkan data yang diteria dari BPBD Barito Utara, kawasan yang dilanda banjir di Kelurahan Jambu meliputi RT 02 A, RT 02 B, RT 03, RT 04, RT 05, RT 06 dan RT 09 dengan ketinggian banjir bervariasi antara 30 sentimeter sampai 100 Cm.
Dikatakannya, daerah yang cukup parah dilanda banjir berada RT 02 B dengan kedalaman air mencapai 100 sentimeter. Di kawasan ini juga sebuah jembatan yang menghubungkan RT 02 A dan RT 02 B juga terendam banjir.
Selain di wilayah Kecamatan Teweh Baru, banjir juga melanda wilayah Kelurahan Lahei I RT 3 dan RT 4 serta RT 1 Keluarahan Lahei II Kecamatan Lahei dengan ketinggian banjir bervariasi hingga hampir satu meter. Kedua kawasan itu berada di dataran rendah, sehingga cepat dilanda banjir.
Sementara di Desa Karendan fasilitas umum yang terendam yaitu mesjid, balai basarah, SDN Karendan, 4 Pustu untuk fasilitas warga Rt 01 80 buah rumah di Rt 02 sebanyak 90 buah rumah yang terendam banjir.
Sedangkan di Desa Muara Pari juga beberapa jalan terendam, Desa Mukut telah menggenangi sebagian ruas jalan.
Berdasarkan pantauan kondisi terkini pada Kamis kemarin di Kecamatan Lahei Barat telah menggenangi sebagian wilayah di antaranya ujung hulu Jembatan Sei Benao, totalitas jembatan Sei Induk (ada peri), ujung hulu jembatan Sei Use (ada peri).
Kawasan yang terendam banjir musiman ini selain merendam sejumlah desa di Kecamatan Lahei dan Teweh Baru juga merendam sejumlah kawasan yang berada pada pinggiran Sungai Barito juga di Kecamatan Teweh Tengah dan Montallat. Disamping itu sejumlah desa di Sungai Lahei (anak Sungai Barito) juga terendam banjir.
Banjir juga mulai merendam sejumlah kawasan di Kota Muara Teweh di antaranya sebagian Jalan Imam Bonjol, Jalan Dahlia, Gang Paraguay, Jalan Flores, Gang Nike Ardila, Gang Citra, sebagian Jalan Imam Bonjol dan Jalan Merak serta Jalan Mawar.(ari/kh1)