KALTENGSATU, Muara Teweh – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi dan membutuhkan pengobatan secara rutin.
Hal tersebut dirasakan langsung oleh Biani, warga Desa Pendreh, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya Program JKN dalam menjalani pengobatan putra bungsunya, Hadid, yang menderita penyakit Talasemia dan harus menjalani transfusi darah secara rutin setiap bulan.
Biani mengatakan, kondisi ekonomi keluarganya tidak memungkinkan untuk menanggung sendiri biaya pengobatan Hadid. Ia sehari-hari berjualan kue dan sesekali menerima pesanan masakan untuk berbagai acara, sementara suaminya bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan yang tidak tetap.
“Berobat pakai BPJS. Kalau tidak ada BPJS kami tidak sanggup dan bingung harus bagaimana lagi. Kalau tidak ada bantuan, kami bisa pasrah dan rasanya ingin menyerah saja. Saat ini kami terdaftar BPJS segmen yang dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara,” ucap Biani saat ditemui di kediamannya di Desa Pendreh, Senin (31/8/2026).
Ia menceritakan, penyakit yang dialami Hadid awalnya tidak diketahui sebagai Talasemia. Saat itu, ia mengira putranya hanya mengalami sakit muntaber biasa.
“Awalnya Hadid ini sakit muntaber. Sudah tiga hari di rumah tapi belum sembuh, badannya lemas. Lalu kami bawa ke rumah sakit dan dirawat selama enam hari, tetapi masih belum sembuh juga,” katanya.
Untuk mengetahui penyebab penyakit tersebut, Hadid kemudian menjalani pemeriksaan darah. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa kadar Hemoglobin (Hb) dalam darahnya rendah sehingga membutuhkan transfusi darah. “Jadi kata dokter, diminta cek darah lagi. Hasil cek darahnya ternyata kekurangan Hb,” ujar Biani.
Hadid kemudian mendapatkan transfusi darah sebanyak satu kantong. Biani bersyukur saat itu masih ada anggota keluarga yang memiliki golongan darah yang sesuai dan bersedia mendonorkan darahnya secara sukarela.
“Setelah transfusi sebanyak satu kantong, keadaannya langsung membaik. Yang tadinya muntaber langsung sembuh juga. Itu awal cerita kejadian sakit anak kami. Kami kira akan cukup sampai di situ saja, ternyata masih berlanjut,” terangnya.
Kondisi serupa kembali dialami Hadid pada bulan berikutnya. Ia kembali mengalami sakit dan harus dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan serta pengobatan.
Setelah melalui berbagai pemeriksaan, Hadid akhirnya dinyatakan menderita Talasemia. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani transfusi darah secara rutin, sekitar satu kali dalam sebulan. “Setelah menjalani berbagai pemeriksaan dan pengobatan yang sama, hasilnya benar sakit Talasemia. Memang harus transfusi darah sebulan sekali,” lanjut Biani.
Menurut Biani, keberadaan Program JKN sangat meringankan beban keluarganya. Setiap bulan Hadid harus menjalani transfusi darah dan ketika kondisi kesehatannya menurun, ia terkadang harus menjalani perawatan selama beberapa hari hingga kondisinya kembali pulih.
“Setiap bulan menjalani transfusi. Apabila sakit, dirawat bisa enam sampai sembilan hari. Sampai kembali pulih sudah dijamin oleh BPJS dan tidak ada biaya sama sekali yang keluar,” ungkapnya.
Atas manfaat yang dirasakan tersebut, Biani menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Bupati Barito Utara beserta jajaran, serta BPJS Kesehatan yang telah memberikan jaminan kesehatan bagi keluarganya. “Oleh karena itu, kami sekeluarga mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pemkab Barito Utara, Bapak Bupati dan jajaran,” ujarnya.
Biani berharap cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Barito Utara dapat terus dipertahankan dan program jaminan kesehatan bagi masyarakat tetap berkelanjutan. “Atas adanya Program JKN yang sudah UHC di Kabupaten Barito Utara ini, kami sekeluarga merasa sangat terbantu. Ke depannya saya berharap semoga UHC dapat terus berlanjut sampai kapan pun,” tutup Biani.(kh3/AR/hk)