Indonesia Kamis, 17-09-2026 Jam 16:52:17
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

BPBD Barito Utara Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Teweh Selatan, 170 Hektare Terdampak

by Redaksi - Tanggal 17-09-2026,   jam 16:52:17
BPBD Barito Utara Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Teweh Selatan, 170 Hektare Terdampak PADAMKAN KARHUTLA DI TEWEH SELATAN-BPBD Barito Utara bersama tim gabungan melaksanakan pemadaman lanjutan kebakaran hutan di wilayah observasi Yayasan Chanee Kalaweit, tepatnya di Jalan Logling PT BIMAL KM 11, Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, Rabu (16/9/2026).(kaltengsatu;Dok BPBD Barut)

KALTENGSATU, Muara Teweh — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara bersama tim gabungan melaksanakan pemadaman lanjutan kebakaran hutan di wilayah observasi Yayasan Chanee Kalaweit, tepatnya di Jalan Logling PT BIMAL KM 11, Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, Rabu (16/9/2026).

 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Barito Utara H.M. Ikhsan melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Barito Utara Rizali Hadi menyampaikan, penanganan dilakukan setelah tim berkoordinasi dengan pihak Yayasan Chanee Kalaweit untuk menentukan titik api yang perlu mendapat penanganan.

 

“Pada pukul 07.15 WIB, anggota BPBD bersama tim gabungan berkoordinasi dengan pihak Yayasan Chanee Kalaweit. Berdasarkan hasil koordinasi, tim kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan penanganan di sejumlah titik,” ujar Rizali Hadi, Rabu malam (16/9/2026) di Muara Teweh.

 

Dijelaskannya, Tim Manggala Agni melakukan pemadaman ke arah timur, sekitar 1,25 kilometer dari pinggir Jalan PT PAMA TOP KM 4. Tim tersebut didukung pihak perusahaan PT PAMA TOP dan masyarakat setempat.

 

Sementara itu, Tim BPBD bersama pihak Chanee Kalaweit melakukan penanganan di Jalan PT BIMAL KM 11. Lokasi tersebut sebelumnya terpantau melalui drone termal pada malam hari yang menunjukkan adanya beberapa titik api yang berpotensi menjalar.

 

“Lokasi kebakaran di Jalan PT BIMAL KM 11 berjarak sekitar satu kilometer secara garis lurus dari kawasan Hutan Observasi milik Yayasan Chanee Kalaweit,” jelasnya.

 

Setibanya di lokasi, tim BPBD bersama pihak Chanee Kalaweit menuju sumber air untuk mengisi tangki air milik ANUA dan Fire Jeep BPBD, sebelum bergerak menuju titik kebakaran.

 

Sebelum pemadaman dilakukan, pihak Chanee Kalaweit kembali melakukan pengecekan menggunakan drone termal guna memastikan titik api yang menjadi sasaran penanganan.

 

Sekitar pukul 14.18 WIB, pihak Chanee Kalaweit menyatakan penanganan kebakaran hutan di Jalan PT BIMAL KM 11 telah dapat dikendalikan.

 

“Setelah dilakukan koordinasi, tim gabungan memutuskan kembali ke Posko BPBD karena kondisi di Jalan PT PAMA TOP KM 4 dan Jalan PT BIMAL KM 11 untuk sementara kondusif. Tidak ditemukan lagi api maupun bara api yang masih aktif,” kata Rizali.

 

Dalam kegiatan tersebut, BPBD mengerahkan satu unit mobil Fire Jeep, satu unit mobil personel, sementara Manggala Agni mengerahkan satu unit mobil. Selain itu digunakan dua unit mobil Triton ANUA, satu unit Triton PT PAMA TOP dan dua unit sepeda motor milik ANUA.

 

Peralatan yang digunakan BPBD antara lain empat roll selang ukuran 1,5 inci, satu buah nozzle ukuran 1,5 inci dan satu buah connector Y ukuran 1,5 inci.

 

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, tipe kebakaran merupakan kebakaran permukaan dengan kondisi tanah mineral dan serasah yang cukup tebal. Vegetasi yang terbakar berupa tumpukan pepohonan, dedaunan dan semak belukar, dengan kondisi cuaca berangin.

 

“Total luasan hutan yang terdampak berdasarkan pendataan mencapai sekitar 170 hektare. Karena itu, pemantauan tetap perlu dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama dalam kondisi cuaca berangin,” pungkas Rizali Hadi.(kh3)