Hj Sri Neny Trianawati KALTENGSATU, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Sri Neny Trianawati, mengapresiasi pelaksanaan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Berbasis Sumber Daya Lokal Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 yang digelar di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Kamis (15/10/2026).
Saat menanggapi kegiatan tersebut, Jumat (16/10/2026), Sri Neny menilai lomba cipta menu B2SA merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi sekaligus mengoptimalkan potensi pangan lokal yang tersedia di daerah.
Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal perlu terus didorong karena Kabupaten Barito Utara memiliki beragam sumber pangan yang dapat diolah menjadi hidangan sehat, lezat, bergizi, dan terjangkau bagi keluarga.
Ia mengatakan, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memenuhi kebutuhan gizi melalui pola konsumsi yang beragam dan seimbang.
“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat semakin memahami bahwa pangan lokal memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Kita berharap kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal terus berkembang dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pesan yang dapat menjadi fokus tanggapannya.
Sri Neny juga menekankan pentingnya membiasakan pola makan B2SA sejak dini, terutama bagi anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting.
Ia menambahkan, pencegahan stunting memerlukan perhatian bersama, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP PKK hingga keluarga. Edukasi mengenai makanan bergizi perlu terus diperluas agar masyarakat memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
Selain itu, ia mendorong para ibu dan kader PKK untuk terus memberikan contoh serta edukasi mengenai pengolahan bahan pangan lokal menjadi menu yang sehat, praktis, dan ekonomis.
Menurutnya, makanan bergizi tidak harus selalu mahal karena berbagai bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan secara optimal apabila diolah dengan tepat dan memperhatikan kebutuhan gizi keluarga.
Sri Neny berharap Lomba Cipta Menu B2SA yang diikuti peserta dari sembilan kecamatan dan organisasi wanita tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana berbagi ide dan inspirasi bagi masyarakat.
Ia juga mendorong agar hasil kreativitas para peserta dapat diperkenalkan lebih luas sehingga bisa diterapkan oleh keluarga di desa maupun kelurahan.
Melalui pengembangan pangan lokal dan penerapan pola konsumsi B2SA, Sri Neny berharap ketahanan pangan keluarga semakin kuat, kesadaran masyarakat terhadap gizi meningkat, serta upaya pencegahan stunting di Kabupaten Barito Utara dapat berjalan lebih optimal.
Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya pangan lokal diharapkan turut mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas menuju Generasi Emas 2045.(kh3)