Indonesia Jum`at, 24-07-2026 Jam 03:29:26
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Soroti Maraknya Bullying, Hj Henny Rosgiaty Rusli Tekankan Sinergi Orang Tua, Sekolah dan Masyarakat

by Redaksi - Tanggal 23-07-2026,   jam 03:29:26
Soroti Maraknya Bullying, Hj Henny Rosgiaty Rusli Tekankan Sinergi Orang Tua, Sekolah dan Masyarakat Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Hj Henny Rosgiaty Rusli

KALTENGSATU, Muara Teweh – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj Henny Rosgiaty Rusli, menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya kasus perundungan (bullying) yang terjadi di kalangan anak-anak dan remaja.

 

Menurutnya, perilaku kekerasan, baik secara fisik, verbal maupun psikologis, sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan serius dari seluruh pihak. Pernyataan tersebut disampaikan Hj Henny Rosgiaty Rusli di Muara Teweh, Rabu (22/7/2026).

 

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa perundungan bukanlah persoalan yang dapat dianggap sebagai kenakalan remaja biasa. Dampaknya dapat membekas dalam jangka panjang bagi korban, mulai dari trauma psikologis hingga risiko depresi.

 

"Tindakan tegas serta penanganan komprehensif dari hilir ke hulu harus segera direalisasikan," tegas Hj Henny Rosgiaty Rusli. Menurutnya, meskipun sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, keluarga tetap memegang peranan paling penting dalam membentuk karakter dan perkembangan emosional anak.

 

Ia menilai perilaku perundungan tidak muncul begitu saja, melainkan sering dipengaruhi oleh kurangnya pengawasan, minimnya keteladanan, serta lemahnya komunikasi dalam lingkungan keluarga.

 

"Anak-anak tidak lahir sebagai perundung. Perilaku tersebut sering kali muncul akibat kurangnya pengawasan, minimnya keteladanan, atau ruang komunikasi yang tersumbat dalam keluarga," ujarnya.

 

Hj Henny mengajak para orang tua untuk tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan karakter kepada sekolah. Menurutnya, pencegahan bullying harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui komunikasi yang terbuka, penanaman nilai empati dan toleransi, serta pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk di ruang digital.

 

Selain itu, orang tua juga diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku anak sebagai langkah awal mendeteksi kemungkinan adanya kekerasan atau perundungan yang dialami.

 

Ia menegaskan bahwa upaya memutus mata rantai bullying hanya dapat berhasil apabila terdapat kolaborasi yang kuat antara orang tua, sekolah, dan masyarakat, didukung dengan aturan yang tegas serta kepedulian lingkungan terhadap perlindungan anak.(kh3)