TINJAU PROGRES PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR-Bupati H Shalahuddin bersama kepala OPD terkait melakukan peninjauan peninjauan progres pembangunan sejumlah infrastruktur strategis di dalam Kota Muara Teweh hingga pembangunan Jembatan Lemo, Senin (7/9/2026).(kaltengsatu:Diskominfosandi) KALTENGSATU, Muara Teweh – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan pengecekan dan peninjauan progres pembangunan sejumlah infrastruktur strategis di dalam Kota Muara Teweh hingga pembangunan Jembatan Lemo, Senin (7/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung pemerintah daerah terhadap pelaksanaan pembangunan, khususnya proyek yang dinilai memiliki peran penting dalam penataan wajah ibu kota Kabupaten Barito Utara serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati H. Shalahuddin didampingi Asisten III Setda Barito Utara Hj. Annisa Cahyawati dan sejumlah kepala perangkat daerah. Dalam kegiatan tersebut, Bupati meninjau pembangunan Water Front City (WFC) dan penataan kawasan kumuh di Kelurahan Lanjas, kemudian mengecek progres pelebaran Jalan Yetrosinseng, sebelum melanjutkan peninjauan pembangunan Jembatan Lemo.
Di lokasi pembangunan WFC Kelurahan Lanjas, Bupati tampak serius memperhatikan perkembangan pekerjaan dan memberikan arahan kepada pihak kontraktor. Didampingi Kepala Dinas Perkimtan Barito Utara H. Junaidi, Bupati juga berdiskusi mengenai tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung.
Bupati H Shalahuddin mengatakan pembangunan tersebut harus terus dipacu dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian. “Kita ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, progresnya harus kita awasi bersama. Kita targetkan pekerjaan ini selesai pada Desember 2026, tentunya dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan perencanaan,” kata H. Shalahuddin.
Menurutnya, pembangunan WFC dan pelebaran jalan bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melakukan penataan kawasan perkotaan.
“Kawasan ini sebelumnya merupakan kawasan yang perlu kita benahi. Dengan adanya penataan, pelebaran jalan dan WFC, kita harapkan kawasan ini menjadi lebih tertata, akses masyarakat semakin baik dan nantinya bisa tumbuh menjadi kawasan ekonomi baru,” ujarnya.
Pembangunan WFC yang berhadapan langsung dengan Sungai Barito diharapkan mampu mengurangi kekumuhan kawasan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, aksesibilitas dan keterpaduan lingkungan permukiman.
Bupati menegaskan, pembangunan infrastruktur di Kota Muara Teweh harus dilakukan secara terintegrasi sehingga memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan kota dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak hanya membangun jalan atau kawasan, tetapi kita sedang membangun wajah Kota Muara Teweh. Ke depan kita ingin ibu kota Barito Utara ini semakin maju, semakin tertata dan memiliki standar pelayanan serta infrastruktur seperti kota-kota maju,” tegasnya.
Sementara itu, saat meninjau pelebaran Jalan Yetrosinseng, Bupati kembali meminta agar pekerjaan dilaksanakan secara optimal sehingga dapat mendukung kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan pembangunan Jembatan Lemo. Infrastruktur tersebut juga menjadi perhatian pemerintah daerah karena diharapkan dapat meningkatkan konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.
H Shalahuddin menegaskan pengawasan pembangunan akan terus dilakukan agar berbagai proyek strategis yang sedang berjalan dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita akan terus melakukan pengawasan. Apa yang sudah direncanakan harus kita kawal bersama sampai selesai. Harapan kita, seluruh pembangunan ini bisa menjadi bagian dari perubahan Barito Utara menuju daerah yang lebih maju dan masyarakat yang semakin sejahtera,” pungkasnya.(kh3)