Indonesia Minggu, 26-07-2026 Jam 03:32:09
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Bupati: Festival Kuntau Jadi Benteng Pelestarian Budaya dan Pembentukan Karakter Generasi Muda

by Redaksi - Tanggal 25-07-2026,   jam 03:32:09
Bupati: Festival Kuntau Jadi Benteng Pelestarian Budaya dan Pembentukan Karakter Generasi Muda PEMBUKAAN FESTIVAL KUNTAU ASBADATA-Asisten III Setda Barito Utara secara resmi membuka kegiatan Festival Kuntau Asbadata di kawasan Water Front City (WFC) Muara Teweh, Sabtu (25/7/2026).(kaltengsatu:Dok Pribadi)

KALTENGSATU, Muara Teweh – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, ST., MT., menegaskan bahwa Festival Kuntau Asosiasi Bawi Dayak, Budaya dan Wisata (ASBADATA) Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 merupakan momentum penting untuk melestarikan warisan budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda yang mencintai tradisi daerah.

 

Hal tersebut disampaikan Bupati melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Barito Utara, Hj Annisa Cahyawati, saat membuka Festival Kuntau ASBADATA di kawasan Water Front City (WFC) Muara Teweh, Sabtu (25/7/2026).

 

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menyampaikan bahwa kuntau merupakan salah satu kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat sebagai tradisi penyambutan tamu dalam berbagai kegiatan adat suku Dayak maupun masyarakat Kalimantan pada umumnya.

 

"Di dalam setiap gerak dan jurus kuntau terkandung nilai-nilai keberanian, kedisiplinan, ketangkasan, penghormatan kepada kepala suku, serta semangat persaudaraan. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita tanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati diri dan tetap bangga terhadap budaya daerah," ujar Bupati.

 

Ia mengingatkan bahwa perkembangan zaman dan derasnya pengaruh budaya luar menjadi tantangan dalam menjaga kelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk terus menghidupkan dan memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

 

Menurut Bupati, melalui Festival Kuntau diharapkan lahir generasi penerus yang tidak hanya mahir dalam seni bela diri tradisional, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu menjadi duta budaya Kabupaten Barito Utara.

 

Bupati juga mengapresiasi partisipasi peserta dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Barito Utara yang mengikuti festival tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi angin segar dalam meningkatkan reputasi budaya lokal sekaligus menjaga kelestarian tradisi kuntau agar tetap diwariskan dari generasi ke generasi.

 

Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar mengikuti festival dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menjaga persaudaraan, dan menampilkan kemampuan terbaik.

 

"Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga, melestarikan, dan membanggakan budaya daerah agar tetap hidup sepanjang masa," tegasnya.(kh3)