Ketua Fraksi Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh. (ist) KALTENGSATU, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, ancaman penyalahgunaan narkotika hingga kini masih menjadi persoalan serius yang memerlukan keterlibatan seluruh pihak.
Upaya pemberantasan, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi langkah pencegahan melalui kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
“Penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat,” kata Faridawaty, Kamis (2/7/2026).
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kalteng ini menilai, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu diberikan secara berkesinambungan sejak usia dini.
Dengan pemahaman yang baik, generasi muda diharapkan mampu membentengi diri dari pengaruh negatif sekaligus menolak berbagai bentuk ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
Faridawaty menegaskan, dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga dapat menghambat pendidikan, merusak hubungan sosial, hingga menghilangkan potensi generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah.
“Perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi perhatian bersama. Selain penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba, edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya narkotika juga perlu terus dilakukan sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter anak.
Orang tua diharapkan mampu memberikan perhatian, pengawasan, serta membangun komunikasi yang terbuka agar anak tidak mudah terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, lingkungan masyarakat dinilai memiliki peran besar dalam menciptakan kawasan yang aman dan bebas dari narkoba.
Kepedulian warga terhadap kondisi di sekitarnya diyakini dapat memperkuat berbagai program pencegahan yang telah dijalankan pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Tidak lupa juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung berbagai program pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Faridawaty berharap peringatan HANI 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa memerangi narkoba merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, upaya melindungi generasi muda Kalimantan Tengah dari ancaman narkoba diharapkan semakin optimal.
“Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kita dapat melindungi generasi muda Kalteng dari bahaya narkoba serta menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masa depan mereka,” pungkasnya. (Kh1)