Indonesia Rabu, 19-08-2026 Jam 19:52:57
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Palangka Raya

DPRD Kalteng Dukung Huma Betang Jadi Pusat Pelestarian Budaya Dayak

by Redaksi - Tanggal 24-07-2026,   jam 19:52:57
DPRD Kalteng Dukung Huma Betang Jadi Pusat Pelestarian Budaya Dayak Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon

KALTENGSATU, Palangka Raya  – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Lohing Simon, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Huma Betang.

 

Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan tiang perdana oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Kalteng, Jalan Jenderal Sudirman, Palangka Raya, Kamis (23/7/2026).

 

Menurut Lohing, pembangunan Huma Betang menjadi langkah penting dalam menghadirkan ikon budaya Dayak yang diharapkan menjadi Huma Betang terbesar di dunia sekaligus pusat pelestarian adat dan budaya di Kalimantan Tengah.

 

“Ini merupakan momen yang sangat baik. Bapak Gubernur telah meletakkan tiang perdana pembangunan Huma Betang yang luar biasa. Harapannya, Huma Betang ini menjadi yang terbesar di dunia,” ujarnya.

 

Ia mengatakan pembangunan tersebut merupakan hasil perencanaan yang telah dibahas sejak sekitar dua tahun lalu bersama Komisi IV DPRD Kalteng, khususnya melalui bidang infrastruktur dan Cipta Karya.

 

“Perencanaannya sudah kami bahas sejak dua tahun yang lalu di Komisi IV. Hari ini bukan lagi sekadar wacana, tetapi sudah memasuki tahap implementasi pembangunan fisik,” katanya.

 

Sebagai mitra pemerintah di bidang infrastruktur, Komisi IV DPRD Kalteng berkomitmen mengawal pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

 

Menurutnya, proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

 

Lohing mengungkapkan pembahasan anggaran lanjutan untuk pembangunan Huma Betang akan menjadi bagian dari penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 yang dijadwalkan mulai dibahas pada Agustus hingga September 2026.

 

“Untuk kelanjutan pembangunan Huma Betang, tentu akan dibahas dalam penyusunan anggaran tahun 2027. Kami akan mengawal agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan,” ujarnya.

 

Selain aspek penganggaran, ia juga menyoroti penggunaan kayu ulin sebagai material utama pembangunan Huma Betang. Menurutnya, material tersebut merupakan ciri khas rumah adat Dayak yang harus tetap dipertahankan.

 

“Namanya Huma Betang, sejak dahulu tiang-tiang utamanya menggunakan kayu ulin. Begitu juga rangka penguat bangunannya. Itu merupakan ciri khas Huma Betang,” jelasnya.

 

Lohing optimistis kebutuhan kayu ulin untuk pembangunan Huma Betang masih dapat dipenuhi sehingga tidak akan menghambat proses pembangunan.

 

“Dengan rencana pembangunan Huma Betang ini, saya melihat kebutuhan kayu ulin masih dapat dipenuhi sehingga tidak menjadi kendala bagi pelaksanaan pembangunan,” pungkasnya. (Kh1)