Indonesia Selasa, 08-09-2026 Jam 17:14:50
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Audiensi di Lahei Barat, Bupati Shalahuddin Serap Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat

by Redaksi - Tanggal 08-09-2026,   jam 17:14:50
Audiensi di Lahei Barat, Bupati Shalahuddin Serap Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat AUDENSI BERSAMA ASN LAHEI BARAT-Bupati H Shalahuddin didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis dan Asisten III Hj Annisa Cahyawati saat audensi dengan ASN Kecamatan Lahei Barat di aula kecamatan setempat, Selasa (8/9/2026).(kaltengsatu:dok pribadi)

KALTENGSATU, Muara Teweh - Bupati Barito Utara H Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan Camat Lahei Barat beserta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aula Serbaguna Kecamatan Lahei Barat, Selasa (8/9/2026).

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara Muhlis, para Asisten Sekda, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran Pemerintah Kecamatan Lahei Barat.

 

Audiensi tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja kepala daerah untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai visi dan misi pemerintah daerah sekaligus menyerap secara langsung berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat di tingkat kecamatan dan desa.

 

Bupati H Shalahuddin mengatakan jajaran kecamatan memiliki pengetahuan yang lebih dekat mengenai kondisi masyarakat sehingga berbagai persoalan di lapangan perlu disampaikan kepada pemerintah kabupaten untuk dicarikan solusi.

 

“Kami ingin melihat apa yang menjadi permasalahan di desa atau di kecamatan yang ada di Lahei Barat. Pihak kecamatan tentu lebih mengetahuinya, sehingga hal-hal tersebut dapat disampaikan kepada kami,” ujar Bupati.

 

Ia menegaskan pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Menurutnya, camat dan kepala desa merupakan kepanjangan tangan pemerintah daerah yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kita ingin setiap ada kesusahan masyarakat, setiap ada permasalahan masyarakat, pemerintah harus hadir,” tegasnya.

 

Dalam audiensi tersebut, Plt Camat Lahei Barat Helen Perdana menyampaikan sejumlah kondisi dan kebutuhan yang masih menjadi perhatian di wilayahnya. Di antaranya terkait air bersih, jaringan telekomunikasi, kelistrikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur serta kondisi aparatur kecamatan.

 

Helen mengatakan, untuk kebutuhan air bersih, sejumlah desa seperti Penaululu, Hulu Hilir, Teluk Malewai dan Haparju masih mengandalkan sumur bor yang dibangun melalui anggaran desa, baik dari Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD).

 

“Untuk air bersih, beberapa desa masih mengandalkan sumur bor yang dibangun melalui anggaran desa. Ini menjadi salah satu kebutuhan yang terus kami perhatikan,” kata Helen.

 

Di bidang telekomunikasi, jaringan Telkomsel di Kecamatan Lahei Barat secara umum dinilai sudah cukup baik. Namun, jaringan tersebut kerap mengalami gangguan ketika terjadi pemadaman listrik.

 

Sementara itu, Helen menyampaikan bahwa wilayah Kecamatan Lahei Barat mulai dari Karamuan hingga Loe Hilir telah teraliri listrik dan masyarakat telah menikmati layanan listrik selama 24 jam.

 

Untuk sektor kesehatan, salah satu usulan utama yang disampaikan adalah relokasi Puskesmas Lahei Barat. Helen menjelaskan, lokasi puskesmas saat ini rawan terdampak banjir dan menjadi salah satu fasilitas yang paling awal tergenang ketika banjir terjadi.

 

Selain relokasi puskesmas, pihak kecamatan juga mengusulkan pengadaan ambulans air untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya ketika terjadi banjir.

 

“Ketika banjir, ada sekitar delapan titik yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun sepeda motor. Karena itu, kami mengusulkan ambulans air agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa dilakukan,” jelasnya.

 

Helen mengatakan ambulans air nantinya dapat digunakan untuk mengevakuasi pasien melalui jalur sungai hingga Desa Ninga Hilir, kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan darat menuju fasilitas kesehatan.

 

Terkait relokasi puskesmas, pihak kecamatan telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi, antara lain di seberang Kantor Kecamatan Lahei Barat, kawasan bagian hulu serta kawasan jalan bukaan baru. Selain itu, untuk rencana pembangunan sport center, tersedia alternatif lahan dengan luas sekitar 2,5 hektare. Helen juga melaporkan perkembangan pembangunan jalan bukaan baru menuju

 

Desa Karamuan. Pada tahun ini, pembangunan jalan tersebut telah direalisasikan sekitar 120 meter. “Untuk infrastruktur, salah satunya jalan bukaan baru menuju Karamuan. Tahun ini sudah dibangun sekitar 120 meter dan tentunya kami berharap dapat terus dilanjutkan,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Helen juga menyampaikan kondisi aparatur di Kecamatan Lahei Barat. Saat ini terdapat sekitar 23 orang aparatur, namun masih terdapat dua jabatan kepala seksi yang kosong, yakni Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib).

 

Kekosongan jabatan Kasi PMD terjadi setelah pejabat sebelumnya mendapat promosi dan menduduki jabatan Sekretaris Kecamatan. Sementara jabatan Kasi Trantib kosong setelah pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun.

 

Audiensi tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat koordinasi antara pemerintah kabupaten dan kecamatan sehingga berbagai kebutuhan masyarakat Lahei Barat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.(kh3)