Indonesia Jum`at, 11-09-2026 Jam 18:52:20
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Agus Siswadi: Jangan Biarkan Ilmu Pelatihan Berhenti di Sertifikat

by Redaksi - Tanggal 10-09-2026,   jam 18:52:20
Agus Siswadi: Jangan Biarkan Ilmu Pelatihan Berhenti di Sertifikat PENYERAHAN HASIL PELATIHAN-Plt Kabid UKM pada Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara Eneng SamsiahS.Pd.I, MAB menyerahkan hasil pelatihan kepada Kepala Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara Agus Siswadi pada acara penutupan opelatihan, Kamis (10/9/2026) petang di tepian kolam Barakati.(foto:kaltengsatu)

KALTENGSATU, Muara Teweh – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Barito Utara, Agus Siswadi, meminta seluruh peserta Pelatihan Lanjutan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan Tahun 2026 tidak berhenti memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan.

 

Hal tersebut disampaikan Agus Siswadi pada acara penutupan Pelatihan Lanjutan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Kabupaten Barito Utara Tahun 2026, yang digelar di Tepian Kolam Barakati Muara Teweh, Kamis (10/9/2026) petang.

 

Agus mengatakan, berakhirnya kegiatan pelatihan bukan berarti berakhir pula proses belajar dan pengembangan usaha. Justru, penutupan pelatihan menjadi awal bagi peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh menjadi karya dan produk bernilai ekonomi.

 

“Jangan sampai ilmu yang sudah didapat hanya menjadi sertifikat yang disimpan di dalam lemari. Jadikan ilmu itu sebagai karya, jadikan karya itu sebagai produk, jadikan produk itu sebagai usaha, dan jadikan usaha itu sebagai sumber penghasilan dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

 

Menurut Agus, selama mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai teknik membuat dan memodifikasi produk berbahan kulit dan anyaman rotan. Lebih dari itu, para peserta juga didorong untuk membangun ketekunan, kreativitas, inovasi serta kemampuan melihat keterampilan sebagai peluang ekonomi.

 

Ia menilai kulit dan rotan merupakan bagian dari potensi daerah yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai jual. Dengan sentuhan kreativitas, inovasi dan desain yang tepat, bahan yang sederhana dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

 

Karena itu, Agus mendorong peserta agar tidak takut melakukan inovasi. Peserta diharapkan tidak hanya menguasai produk yang dipelajari selama pelatihan, tetapi terus mengembangkan variasi produk sesuai kebutuhan dan selera pasar. “Kalau kemarin kita belajar membuat satu jenis produk, ke depan kembangkan menjadi dua, tiga bahkan lebih banyak produk,” katanya.

 

Selain inovasi produk, Agus juga mengingatkan pentingnya memperluas pemasaran. Pelaku UMK tidak lagi dapat hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional, tetapi perlu memanfaatkan media sosial dan berbagai sarana pemasaran digital.

 

“Kalau kemarin pemasaran masih dilakukan secara sederhana, mulai sekarang manfaatkan media sosial dan pemasaran digital. Jangan hanya menjadi pengrajin, tetapi jadilah pelaku usaha yang mampu membaca peluang dan menciptakan pasar,” tegasnya.

 

Menurutnya, kemampuan menghasilkan produk berkualitas harus berjalan seiring dengan kemampuan memasarkannya. Produk yang bagus akan sulit berkembang apabila tidak didukung strategi pemasaran yang tepat.

 

Karena itu, peserta didorong untuk membangun identitas produk, meningkatkan kualitas kemasan, memanfaatkan media sosial serta memperluas jaringan pemasaran.

 

Bangun Jejaring Antarpelaku UMK

Agus juga mengajak para peserta untuk tetap menjaga hubungan dan komunikasi yang telah terbangun selama pelatihan. Menurutnya, jejaring antarpelaku usaha sangat penting untuk saling berbagi pengalaman, bertukar informasi dan membuka peluang kerja sama.

“Mari kita bangun jejaring usaha, saling berbagi pengalaman dan saling mendukung untuk kemajuan UMK Kabupaten Barito Utara,” katanya. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengembangkan UMK. Diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dunia usaha dan berbagai pihak lainnya.

 

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara, kata Agus, akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki agar UMK di daerah semakin berkembang, mandiri dan berdaya saing.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan instruktur yang telah memberikan ilmu serta pengalaman kepada peserta selama pelatihan.

 

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kesungguhan. Agus berharap ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan sehingga dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha peserta.

 

“Keberhasilan sebuah pelatihan bukan diukur dari berapa banyak orang yang hadir dan berapa banyak sertifikat yang dibagikan. Keberhasilannya akan terlihat dari berapa banyak produk baru yang lahir, berapa banyak usaha yang berkembang, berapa banyak pendapatan yang meningkat, dan berapa banyak keluarga yang akhirnya menjadi lebih sejahtera,” jelasnya.

 

Ia berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal lahirnya produk-produk unggulan khas Barito Utara yang memiliki kualitas dan daya saing sehingga mampu dikenal dan diminati hingga ke luar daerah. “Teruslah berkarya. Teruslah berinovasi. Teruslah bergerak. Karena UMK yang maju adalah salah satu kekuatan ekonomi Kabupaten Barito Utara,” pungkas Agus.(kh3)