Indonesia Jum`at, 06-11-2026 Jam 03:32:39
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Bupati H Shalahuddin Targetkan Peningkatan Kompetensi dan Kualitas RSUD Muara Teweh

by Redaksi - Tanggal 04-11-2026,   jam 03:32:39
Bupati H Shalahuddin Targetkan Peningkatan Kompetensi dan Kualitas RSUD Muara Teweh KAJI TIRU KE RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG-Pemkab Barito Utara melaksanakan kaji tiru ke RSUD DR Saiful Anwar Malang Jawa Timur yang dipimpin langsung Bupati H Shalahuddin didampingi Wabup Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis dan kepala perangkat daerah dan Direktur RSUD Muara Teweh, Selasa (3/11/2026).(kaltengsatu:Diskominfosandi)

KALTENGSATU, Malang – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan kompetensi rumah sakit, pengembangan layanan medis, peningkatan sumber daya manusia, serta pembenahan tata kelola pelayanan kesehatan.

 

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, S.T., M.T., saat melaksanakan kunjungan kerja dan kaji tiru ke RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, Jawa Timur, Selasa (3/11/2026).

 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Drs. Muklis, M.AP., Direktur RSUD Muara Teweh, Kepala Dinas Kesehatan, serta sejumlah kepala perangkat daerah Kabupaten Barito Utara.

 

Bupati H Shalahuddin mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempelajari secara langsung berbagai inovasi, strategi pengembangan layanan, dan sistem pengelolaan rumah sakit yang telah diterapkan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.

 

Menurutnya, pengalaman dan praktik baik yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam melakukan pembenahan dan pengembangan RSUD Muara Teweh.

 

“Kami datang ke RSUD Dr. Saiful Anwar ini untuk belajar, melihat, dan mengamati bagaimana sistem pelayanan kesehatan, pengelolaan rumah sakit, serta pengembangan kompetensi layanan medis dilaksanakan. Melalui konsep Amati, Tiru, dan Modifikasi, apa yang baik dan sesuai akan kita pelajari untuk kemudian diterapkan di RSUD Muara Teweh dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan daerah,” ujar Shalahuddin.

 

Ia menjelaskan, saat ini RSUD Muara Teweh masih berada pada klasifikasi rumah sakit kelas C berdasarkan ketentuan sebelumnya. Seiring perkembangan kebijakan dan penerapan standar klasifikasi rumah sakit berbasis kompetensi, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kemampuan dan kualitas layanan rumah sakit secara bertahap.

 

Bupati mengungkapkan bahwa dari 24 jenis layanan yang menjadi perhatian dalam pemenuhan kompetensi rumah sakit, masih terdapat sejumlah layanan di RSUD Muara Teweh yang perlu ditingkatkan.

 

Karena itu, melalui kunjungan kaji tiru tersebut, pihaknya ingin memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pemenuhan standar kompetensi rumah sakit, pengembangan layanan spesialistik, kesiapan tenaga medis, serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung.

 

“Kalau sebelumnya kita mengenal peningkatan dari kelas C ke kelas B, maka ke depan kami berharap rumah sakit kita setidak-tidaknya dapat mencapai standar kompetensi tingkat madya dan selanjutnya meningkat ke tingkat utama. Tentu semuanya membutuhkan proses, kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan sistem pelayanan yang baik,” tegasnya.

 

Shalahuddin menambahkan, peningkatan kualitas rumah sakit tidak cukup hanya dengan membangun gedung atau menambah fasilitas fisik. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan ketersediaan dokter spesialis, tenaga kesehatan yang kompeten, peralatan medis yang memadai, serta sistem manajemen pelayanan yang profesional.

 

Menurutnya, seluruh aspek tersebut harus dikembangkan secara terencana agar RSUD Muara Teweh mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap dan menjawab kebutuhan masyarakat.

 

“Kita ingin RSUD Muara Teweh terus berkembang. Bukan hanya dari sisi bangunan dan fasilitas, tetapi juga kemampuan tenaga medis, kelengkapan layanan, kualitas manajemen, serta profesionalisme seluruh jajaran rumah sakit. Semua harus berjalan beriringan,” ungkapnya.

 

Bupati juga meminta jajaran RSUD Muara Teweh dan perangkat daerah terkait agar tidak berhenti pada kegiatan kunjungan semata, tetapi segera menindaklanjuti hasil pembelajaran melalui penyusunan langkah strategis dan program kerja yang terukur.

 

Ia berharap hasil kaji tiru tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menyusun prioritas pengembangan rumah sakit, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

 

“Setelah kunjungan ini, saya berharap seluruh jajaran dapat mengidentifikasi apa saja yang masih perlu kita benahi dan tingkatkan. Kita harus memiliki target yang jelas, tahapan yang terukur, serta komitmen bersama untuk mewujudkannya,” katanya.

 

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya pengembangan tersebut adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara, khususnya dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.

 

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat Barito Utara mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, profesional, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kita ingin masyarakat tidak harus selalu pergi ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” pungkas Shalahuddin.(kh3)