KALTENGSATU, MUARA TEWEH – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barito Utara mencatat jumlah penduduk Kabupaten Barito Utara berdasarkan data administrasi kependudukan Semester I Tahun 2026 mencapai 161.105 jiwa.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Barito Utara, Muhammad Hendra Erwirasyah, Kamis (27/8/2026) di Muara Teweh, mengatakan data tersebut menggambarkan komposisi penduduk Barito Utara berdasarkan kelompok generasi.
Berdasarkan data Disdukcapil, Generasi Z menjadi kelompok dengan jumlah penduduk terbesar, yakni 46.642 jiwa atau 28,95 persen. Generasi Z merupakan penduduk yang lahir pada 1997-2012.
Selanjutnya Generasi Milenial atau Generasi Y sebanyak 39.336 jiwa atau 24,42 persen, disusul Generasi Alfa yang lahir pada 2013-2024 sebanyak 31.591 jiwa atau 19,61 persen.
Sementara Generasi X, yang lahir pada 1965-1980, tercatat sebanyak 28.887 jiwa atau 17,93 persen. Kemudian Baby Boomer sebanyak 10.490 jiwa atau 6,51 persen.
Adapun Silent Generation atau penduduk yang lahir pada 1928-1945 tercatat sebanyak 1.016 jiwa atau 0,63 persen. Generasi Beta, yakni penduduk yang lahir tahun 2025 ke atas, tercatat sebanyak 3.134 jiwa atau 1,95 persen.
Sedangkan kelompok Old Generation, yakni penduduk yang lahir tahun 1927 ke bawah, tercatat sebanyak 9 jiwa atau 0,01 persen.
Hendra menjelaskan, data jumlah penduduk berdasarkan generasi tersebut menjadi salah satu gambaran penting mengenai struktur demografi Kabupaten Barito Utara.
Menurutnya, data kependudukan yang akurat dan mutakhir sangat diperlukan sebagai dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan berbagai program pembangunan serta pelayanan publik.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memastikan dokumen dan data kependudukannya selalu sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pembaruan data administrasi kependudukan diperlukan agar pelayanan pemerintah dapat diberikan secara tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan total penduduk mencapai 161.105 jiwa, komposisi penduduk Barito Utara menunjukkan dominasi kelompok usia produktif, khususnya Generasi Z, Milenial dan Generasi X. Kondisi tersebut menjadi potensi penting dalam mendukung pembangunan daerah.(kh3)