BANTUAN PANGAN GUBERNUR KALTENG-Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, unsur FKPD Barito Utara, Sekda Muhlis dan kepala perangkat daerah lainnya foto bersama penerima bantuan pangan Gubernur Kalteng di halaman kantor bupati, Senin (21/9/2026).(foto:kaltengsatu) KALTENGSATU, Muara Teweh – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H Edy Pratowo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam menghadapi dampak musim kemarau panjang yang disertai peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Hal tersebut disampaikan Wagub Kalteng H Edy Pratowo saat kegiatan penyaluran bantuan pangan Karhutla Gubernur Kalimantan Tengah di Kabupaten Barito Utara, di halaman kantor bupati, Senin (21/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Kalteng Edy Pratowo mengatakan kehadiran pemerintah provinsi di daerah merupakan bagian dari tugas koordinasi sekaligus bentuk perhatian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kemarau dan karhutla.
“Kalau Barito Utara di tengah-tengah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, kabut asap, masyarakatnya mengalami kesulitan, itu juga bukan hanya kewajiban Pak Bupati dan Wakil Bupati, tetapi juga gubernur dan wakil gubernur. Kita ini satu kesatuan,” ujar H Edy Pratowo.
Ia menjelaskan, kondisi kemarau tahun 2026 dinilai berbeda karena terjadi bersamaan dengan fenomena El Nino yang berkontribusi terhadap kondisi panas dan kering. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, termasuk akibat kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan.
Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, kondisi kemarau diperkirakan berlangsung hingga November 2026, sementara kondisi panas dan kering akibat El Nino diperkirakan dapat berlangsung hingga Januari 2027.
Karena itu, menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada upaya pencegahan dan pemadaman karhutla, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Salah satunya melalui penyediaan air bersih di wilayah yang mengalami kekeringan. Pemerintah dapat menyalurkan air menggunakan mobil tangki serta menyiapkan titik-titik sumber air bersih dan sumur bor untuk memudahkan masyarakat mendapatkan air.
“Pemerintah provinsi, apa yang harus dilakukan selain kita mengantisipasi mitigasi, pencegahan, pengendalian kebakaran, pemadaman, kita juga harus memikirkan rakyat yang mengalami kesusahan,” katanya.
Dalam kegiatan di Barito Utara, Pemprov Kalteng juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras, minyak goreng dan gula secara gratis. Selain itu, masyarakat mendapatkan masker, vitamin serta bantuan tunai sebesar Rp250 ribu.
Ia menekankan bahwa berbagai bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi sulit akibat dampak kemarau. “Ketika kita menghadapi masalah, kalau ini bisa kita lakukan secara bersama-sama, sinergi, maka ringan sama dijinjing, berat sama dipikul,” ujarnya.
Wabup Edy Pratowo juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama kondisi kemarau masih berlangsung.(kh3)