Indonesia Kamis, 29-10-2026 Jam 09:39:39
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Buka Pelatihan Kerja 2026, Agus Siswadi Dorong Peserta Tingkatkan Kompetensi dan Kemandirian

by Redaksi - Tanggal 28-10-2026,   jam 09:39:39
Buka Pelatihan Kerja 2026, Agus Siswadi Dorong Peserta Tingkatkan Kompetensi dan Kemandirian BERSAMA PESERTA PELATIHAN-Kepala Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara Agus Siswadi foto bersama dengan para peserrta, narasumber, dan instruktur usai pembukaan pelatihan, di aulaDLH, Rabu (28/10/2026).(foto:kaltengsatu)

KALTENGSATU, Muara Teweh – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Nakertranskop UKM) Kabupaten Barito Utara, Agus Siswadi, secara resmi membuka kegiatan pelatihan kerja tahun 2026 yang meliputi lima bidang keterampilan, yakni menjahit sesuai style, operator komputer, merias wajah, menjahit dasar, dan tata rias. Kegiatan pembukaan berlangsung di aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, Rabu (28/10/2026).

 

Dalam sambutannya, Agus Siswadi menyampaikan bahwa pelatihan kerja merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

 

Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini semakin besar sehingga masyarakat perlu membekali diri dengan kompetensi, kedisiplinan, dan etos kerja yang baik agar mampu bersaing mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

 

“Melalui pelatihan ini, saya berharap para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang bermanfaat untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan, mengembangkan usaha mandiri, bahkan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lainnya,” ujar Agus Siswadi.

 

Ia menegaskan bahwa peserta hendaknya mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Kesempatan mengikuti pelatihan harus dimanfaatkan untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta membangun sikap profesional.

 

Agus juga mengingatkan agar peserta tidak hanya berorientasi pada sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pelatihan, tetapi lebih mengutamakan penguasaan keterampilan yang dapat diterapkan setelah kegiatan selesai.

 

“Jangan menganggap pelatihan ini hanya sebagai kegiatan untuk memperoleh sertifikat. Lebih dari itu, jadikan pelatihan ini sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik. Keterampilan yang diperoleh harus benar-benar diterapkan, baik untuk bekerja maupun memulai dan mengembangkan usaha mandiri,” tegasnya.

 

Ia menjelaskan, peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan langkah strategis dalam mendukung upaya pengurangan pengangguran, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan memperkuat perekonomian daerah.

 

Menurut Agus, keberhasilan program pelatihan tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan atau sertifikat yang diterbitkan. Keberhasilan sesungguhnya terlihat ketika peserta mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan, membuka usaha, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 

Karena itu, ia berharap para instruktur dan penyelenggara dapat melaksanakan pelatihan secara optimal dengan mengutamakan kualitas pembelajaran, praktik kerja, keselamatan, serta pembentukan sikap profesional peserta.

 

Agus Siswadi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program pelatihan tersebut.

 

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, lembaga pelatihan, serta dunia usaha dan dunia industri dapat terus diperkuat agar program pelatihan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Barito Utara.

 

“Jadikan kesempatan ini sebagai motivasi untuk menjadi tenaga kerja yang kompeten, mandiri, produktif, dan mampu bersaing di dunia kerja. Keberhasilan selanjutnya sangat ditentukan oleh kemauan, kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh,” pungkasnya.(kh3)