Indonesia Sabtu, 09-05-2026 Jam 17:22:05
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Kadisdik Barito Utara Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan di Kecamatan Gunung Purei

by Redaksi - Tanggal 09-05-2026,   jam 17:22:05
Kadisdik Barito Utara Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan di Kecamatan Gunung Purei KADISDIK BARUT RAKER DAN MONEV-Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara M Iman Topik bersama Sekdis Pendidikan Hj Sunarty dan jajaran Dinas Pendidikan melaksanakan kegiatan Rapat Kerja, Monitoring dan Evaluasi bersama Korwil Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan dewan guru se-Kecamatan Gunung Purei, Sabtu (9/5/2026).(kaltengsatu:Dok Dinas Pendidikan Barut)

KALTENGSATU, Muara Teweh – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, M Iman Topik, menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses sekolah, serta penguatan peran guru dan pengawas dalam Rapat Kerja, Monitoring dan Evaluasi bersama Korwil Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan dewan guru se-Kecamatan Gunung Purei.

 

Hal tersebut dikatakan Kadis Pendidikan M Iman Topik saat melaksanakan kegiatan Rapat Kerja, Monitoring dan Evaluasi bersama Korwil Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan dewan guru se-Kecamatan Gunung Purei, di Aula Kecamatan Gunung Purei, Sabtu (9/5/2026).

 

Dalam arahannya, M Iman Topik mengatakan Kecamatan Gunung Purei memiliki tantangan tersendiri di bidang pendidikan, mulai dari akses wilayah, jaringan komunikasi, hingga jarak antar sekolah yang cukup jauh.

 

“Gunung Purei ini bukan wilayah yang mudah. Akses, jaringan, dan jarak antar sekolah menjadi tantangan tersendiri. Tapi justru di sinilah kita menguji apakah semangat pendidikan untuk semua benar-benar kita jalankan,” kata M Iman Topik.

 

Menurutnya, rapat kerja dan monitoring evaluasi tersebut bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi forum refleksi bersama untuk melihat kondisi nyata pendidikan sekaligus mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi sekolah.

 

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan empat fokus utama pengembangan pendidikan di Kecamatan Gunung Purei. Fokus pertama yakni peningkatan mutu pembelajaran dan hasil asesmen. Ia menilai capaian literasi dan numerasi siswa SD dan SMP di wilayah tersebut masih perlu ditingkatkan.

 

“Korwil dan pengawas harus rutin turun ke sekolah, bukan hanya memeriksa administrasi, tetapi melihat langsung proses pembelajaran di kelas,” ujarnya.

 

Ia juga meminta para guru agar mulai memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM), modul ajar, serta pendekatan pembelajaran berbasis konteks lokal agar proses belajar lebih bermakna bagi peserta didik.

 

Fokus kedua adalah pemerataan dan akses pendidikan. Menurutnya, masih terdapat anak usia sekolah yang putus sekolah akibat faktor jarak dan ekonomi. “Kepala sekolah dan Korwil harus memetakan kembali anak usia sekolah di setiap desa. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah karena kita terlambat bergerak,” katanya.

 

Selain itu, M Iman Topik juga menyoroti pengelolaan dana BOS dan kondisi sarana prasarana sekolah yang masih perlu mendapat perhatian. Ia juga meminta seluruh sekolah menggunakan anggaran BOS secara transparan sesuai petunjuk teknis serta segera melaporkan apabila terdapat kerusakan fasilitas sekolah.

 

“Kalau ada kendala, segera sampaikan ke dinas. Jangan menunggu kerusakan menjadi parah baru dilaporkan,” tegasnya. Fokus terakhir yang disampaikan yakni penguatan peran guru dan pengawas sebagai agen perubahan di dunia pendidikan.

 

Menurutnya, guru di wilayah terpencil seperti Gunung Purei merupakan sosok yang memiliki peran besar dalam mencerdaskan generasi muda meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

 

“Pengawas harus menjadi mentor dan pendamping guru, bukan hanya sebagai pemeriksa administrasi. Kita harus membangun komunitas belajar yang kuat antar sekolah,” ucapnya.

 

M Iman Topik menargetkan indeks mutu pendidikan di Kecamatan Gunung Purei dapat meningkat minimal lima poin pada tahun 2026 melalui kerja sama seluruh pihak.

 

“Gunung Purei mungkin jauh dari ibu kota kabupaten, tetapi bagi anak-anak di sini sekolah adalah pusat dunia mereka. Tidak ada sekolah yang terlalu kecil dan tidak ada desa yang terlalu jauh untuk kita perjuangkan,” pungkasnya.(kh3)