FOTO - Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib (dua kanan) saat Bimbingan Teknis Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Tengah. (FOTO:BPBD KALTENG) KALTENGSATU, Palangka Raya – Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menegaskan pengelolaan pengungsi merupakan salah satu klaster paling krusial dan kompleks dalam fase tanggap darurat bencana.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang berfokus pada manajemen pengungsi.
Menurut Ahmad Toyib, koordinasi penanganan dampak bencana, termasuk urusan pengungsian, harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan terintegrasi karena melibatkan berbagai sektor.
“Sebagai tim multisektor, koordinasi penanganan dampak bencana termasuk di dalamnya urusan pengungsian harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan terintegrasi. Pengelolaan pengungsian adalah salah satu klaster paling krusial sekaligus kompleks dalam fase tanggap darurat,” ujar Ahmad Toyib di Palangka Raya, Kamis, (11/6/2026).
Ia menjelaskan manajemen pengungsi tidak hanya berkaitan dengan pendirian tenda darurat maupun distribusi logistik makanan, tetapi juga mencakup pendataan, penyediaan sanitasi, air bersih yang layak, pemenuhan kebutuhan spesifik gender, serta perlindungan kelompok rentan.
Kelompok rentan yang dimaksud meliputi bayi, balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan lansia sehingga diperlukan kapasitas serta koordinasi yang kuat dari seluruh anggota TRC dalam menjalankan tugas penanganan pengungsian saat bencana terjadi. (K1)