Indonesia Sabtu, 29-08-2026 Jam 14:44:34
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Peringatan Maulid Nabi, Jamaah Diajak Jadikan Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah

by Redaksi - Tanggal 29-08-2026,   jam 14:44:34
Peringatan Maulid Nabi, Jamaah Diajak Jadikan Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah SAMPAIKAN TAUSIYAH MAULID NABI-Tuan Guru KH Fachrudinor ATAU YANG AKRAB DISAPA Guru Tungkal menyampaikan tausyiahnya dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di aula Serbaguna Tumenggung Surapati Dinas Pendidikan Barito Utara, Sabtu (29/8/2026).(foto:kaltengsatu)

KALTENGSATU, Muara Teweh – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

 

Hal tersebut disampaikan dalam tausiah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan Tuan Guru KH Fachrudinor (Guru Tungkal) di aula Serbaguna Tumenggung Surapati Dinas Pendidikan Barito Utara, Sabtu (29/8/2026)

 

Dalam ceramahnya KH Fachrudinor atau Guru Tungkal menyampaikan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW menjadi salah satu alasan utama umat Islam menghadiri dan mempersiapkan tempat untuk kegiatan pembacaan Maulid Nabi.

 

Mengutip keterangan Imam al-Asy'ari al-Safarini rahimahullah, Guru Tungkal menjelaskan bahwa orang yang sengaja menyiapkan tempat untuk dibacakan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW memiliki nilai dan keutamaan karena dilandasi rasa cinta kepada Rasulullah SAW.

 

Menurutnya, kecintaan kepada Nabi merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Sebab, Rasulullah SAW telah memberikan kabar gembira bahwa orang yang mencintai beliau akan mendapatkan tempat bersama beliau di dalam surga.

 

“Man ahabbani kana ma'i fil jannah. Barang siapa yang mencintai saya, maka dia akan bersamaku di dalam surga,” ungkap Guru Tungkal dalam ceramahnya dihadapan Kepala Dinas Pendidikan dan para jamaah jajaran Dinas Pendidikan yang hadir.

 

KH Fachrudinor atau Guru Tungkal juga mengatakan, momentum Maulid Nabi juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mempelajari kepribadian Rasulullah SAW dan menjadikan beliau sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik.

 

“Tujuan kita mengenang kembali cerita kelahiran Nabi sekaligus membaca tentang kepribadian Rasulullah SAW, sesuai dengan tema kita hari ini, agar kita dapat menjadikan Nabi sebagai uswatun hasanah, contoh teladan yang baik,” katanya.

 

Ia juga menjelaskan, akhlak Rasulullah SAW merupakan cerminan Al-Qur'an. Allah SWT bahkan memuji akhlak Nabi dalam Al-Qur'an melalui firman-Nya, “Wa innaka la'ala khuluqin 'azim”, yang berarti sesungguhnya Nabi Muhammad SAW benar-benar memiliki akhlak yang agung.

 

Karena itu, umat Islam diajak mencontoh cara Rasulullah SAW berinteraksi dengan sesama. Nabi tidak pernah menghina, mencela maupun meremehkan orang lain. Setiap perkataan beliau mengandung hikmah dan memberikan manfaat.

 

“Cakap Nabi penuh hikmah. Maka itu kita meniru Nabi, hidup saling menghargai, hormat-menghormati. Perbedaan tidak menjadi masalah, yang penting kita hidup hormat-menghormati dan perkataan kita menyejukkan hati orang,” tuturnya.

 

Guru Tungkal juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa menunjukkan wajah yang ramah dan tersenyum ketika berbicara dengan orang lain. Hal tersebut menjadi contoh agar umat Islam membiasakan diri menyampaikan perkataan yang baik dan menghindari pembicaraan yang dapat menyakiti atau merendahkan orang lain.

 

Dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan, Tuan Guru Tungkal berharap kehidupan umat Islam semakin baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam hubungan dengan sesama manusia.(kh3)