KALTENGSATU, Muara Teweh – Kabar berpulangnya tokoh Kalimantan Tengah, H. Nadalsyah atau yang akrab disapa Koyem, mantan Bupati Barito Utara periode 2013-2018 dan 2018-2023, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat dan masyarakat yang mengenalnya.
Rasa kehilangan tersebut juga dirasakan Untung Aslianur, salah satu orang dekat almarhum. Saat ditemui di Muara Teweh, Selasa (6/10/2026), Untung mengaku sangat terkejut ketika pertama kali menerima kabar berpulangnya Koyem.
Dengan mata berkaca-kaca, Untung mengenang kedekatannya dengan almarhum yang telah terjalin cukup lama. Ia mengakui, hubungan keduanya memang sempat mengalami kerenggangan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami berdua memang sudah sekitar tiga tahun ini tidak harmonis lagi. Meskipun setiap kali bertemu kami masih saling bertegur sapa, suasananya sudah tidak seakrab dulu lagi,” ungkap Untung.
Menurutnya, kerenggangan tersebut berawal dari kesalahpahaman yang dipicu oleh pihak luar. Namun, Untung memilih untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut dan menjadikannya sebagai pembelajaran dalam kehidupan.
“Saya sudah menyadari kesalahpahaman yang terjadi karena memang ada yang sengaja mengadu domba kami. Untuk orangnya tidak perlu saya sebutkan, cukup dijadikan pembelajaran saja untuk kita semua,” tuturnya.
Di tengah rasa kehilangan, Untung mengaku tetap mengingat berbagai kebaikan yang telah diberikan Koyem selama hidupnya. Baginya, perbedaan dan persoalan yang pernah terjadi tidak menghapus kenangan baik serta hubungan persaudaraan yang pernah terjalin.
Bahkan, Untung sebenarnya telah memiliki niat untuk menemui Koyem dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut rencananya dilakukan untuk meluruskan berbagai persoalan yang pernah terjadi sekaligus kembali menyambung tali silaturahmi yang sempat renggang.
“Saya selalu ingat betapa banyak kebaikan beliau selama ini. Rencananya dalam waktu dekat saya memang ingin menemui beliau untuk menyambung silaturahmi yang pernah terputus. Tapi ternyata takdir berkata lain, sebelum niat itu terlaksana, beliau sudah lebih dulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa,” ujarnya dengan nada haru.
Untung mengatakan, kepergian Koyem menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk memperbaiki hubungan dan menyampaikan hal-hal yang selama ini belum sempat disampaikan tidak selalu datang untuk kedua kalinya.
Ia pun menyampaikan rasa duka dan doa terbaik untuk almarhum. Menurutnya, segala kebaikan yang pernah dilakukan Koyem semasa hidup akan tetap dikenang oleh orang-orang yang pernah dekat dan mengenalnya.
“Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkas Untung.(kh3)